Apa itu Oiran? Simak Penjelasannya di Bawah Ini

Budaya82 Dilihat

Bagi pecinta budaya Jepang bahkan penyuka anime pasti tidak asing dengan istilah Oiran, biasanya menampilkan Wanita Anggun dengan pakaian khas Jepang. Lalu apa itu oiran? Simak penjelasannya di bawah ini

Apa itu Oiran?

Istilah Oiran sering digunakan sebagai frasa umum untuk merujuk pada pekerja seks di Jepang. Namun, awalnya nama tersebut hanya ditujukan untuk mereka peringkat tertinggi di Yoshiwara (distrik Lampu Merah di Tokyo). Oiran seringkali diarikan sama dengan geisha, padahal terdapat beberapa perbedaan yang jelas mengenai keduanya

Oiran juga tidak sama dengan Yuujo (pekerja seks) pada umumnya (遊女). Oiran dengan peringkat tertinggi, disebut Tayu, selektif dalam melayani dan memilih kliennya. Mereka diharapkan lebih terampil dalam bidang seni dibandingkan Geisha, dan jasa mereka sangat diminati.

Sejarah Oiran

Sejarahnya dimulai pada zaman Edo di Jepang, di mana ini merupakan bentuk hiburan yang mapan bagi orang kaya. Mereka secara tradisional adalah pekerja seks wanita dengan etiket tingkat tinggi, yang sering kali mengenakan kostum dan gaya rambut yang rumit. Mereka akan menampilkan musik dan tarian untuk para tamu, serta memberikan layanan seperti percakapan dan jalan-jalan bersama para tamu.

Oiran sangat terkait dengan tempat kesenangan Yoshiwara, tempat mereka tinggal dan bersenang-senang. Pada zaman Edo, mereka sangat dihormati dan pekerjaan mereka mempunyai prestise sosial yang tinggi. Pada abad ke-19, peran Oiran mulai menurun karena upaya pemerintah untuk memberantas prostitusi dan kalah bersaing dalam hal hiburan dengan Geisha yang lebih murah dan eksklusif.

Saat ini, Oiran masih dihormati di Jepang, dan mereka bahkan mengadakan parade khusus yang diadakan setiap tahun di Jepang. Parade tersebut menampilkan Oiran yang mengenakan kostum tradisional mereka, dan acara ini dimaksudkan untuk merayakan dan melestarikan sejarah mereka.

Pakaian dan Aksesoris Oiran

Pakaian dan aksesoris Oiran mencerminkan status dan kekayaan mereka. Pakaian mereka sering kali terdiri dari beberapa lapis kimono, dan sering kali dihiasi dengan desain dan pola yang mencolok dan rumit. Suku Tayu diketahui memiliki 5 lapis kimono yang beratnya bisa mencapai 20 kg. Gaya rambut mereka disebut datehyougo (伊達兵庫) dan dilengkapi beberapa hiasan rambut besar yang disebut kanzashi .

Pakaian mereka juga sering kali berwarna-warni , karena mereka sering mengenakan warna-warna cerah untuk menandakan kekayaan dan status mereka serta untuk menarik pelanggan. Untuk sepatu mereka akan memakai sepatu Geta yang sangat tinggi (20 cm). Sedangkan untuk riasan, mereka memiliki wajah putih dengan bibir merah dan eye shadow merah di sudut luar mata.

Warisan Budaya

Oiran adalah bagian penting dari budaya Jepang pada zaman Edo, dan warisan mereka masih terasa hingga saat ini. Mereka dipandang sebagai simbol keindahan dan keanggunan, dan kehadiran mereka masih terasa dalam budaya negara tersebut.

Meskipun Oiran profesional sudah tidak ada lagi saat ini, masih ada festival di Jepang yang merayakannya. Oiran Dochu merupakan peragaan ulang presesi yang biasa dilakukan oleh Oiran asli. Awalnya, mereka dilakukan untuk mempromosikan suatu perusahaan dan untuk menarik pelanggan. Kini presesi ini bertujuan untuk melestarikan sejarah mereka dan menghormati dampak budaya mereka terhadap Jepang.

Terdapat beberapa Dochu sepanjang tahun dan lokasinya bervariasi, namun salah satu Dochu tahunan yang paling terkenal berasal dari Asakusa Kannon- ura. Festival Sakura Ichiyo . Festival ini memiliki beberapa acara tetapi Yoshiwara Oiran Dochu dianggap sebagai acara utama. Presesi biasanya berlangsung pada hari Sabtu kedua bulan April.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *