Keunikan Bisnis Lama di Jepang: Mengapa Perusahaan Jepang Bertahan Ribuan Tahun

Budaya317 Dilihat

Keunikan Bisnis Lama Jepang – Jepang, sebuah negara yang kaya akan budaya, sejarah, dan tradisi yang mendalam. Di tengah modernitasnya, Jepang juga dikenal memiliki sejumlah besar perusahaan dan bisnis yang telah bertahan selama berabad-abad.

Salah satunya adalah Tsuen Tea, kedai teh yang terletak di sudut jalan yang menghadap sungai besar di Kyoto. Tsuen Tea telah beroperasi sejak tahun 1160 M, menjadikannya rumah teh tertua yang masih berjalan hingga saat ini.

Yusuke Tsuen (Source: Bryan Lufkin)

Yusuke Tsuen (Source: Bryan Lufkin)

Tetapi Tsuen Tea bukanlah satu-satunya yang memiliki usia panjang. Pada tahun 2008, Bank of Korea melaporkan bahwa 56% dari 5.586 perusahaan yang berusia lebih dari 200 tahun berasal dari Jepang.

Apa yang membuat perusahaan dan bisnis di Jepang bisa bertahan selama ribuan tahun? Artikel ini akan menjelajahi faktor-faktor yang membedakan bisnis Jepang dan menjadikannya bertahan dalam jangka waktu yang lama, seperti keberlanjutan, penghormatan terhadap tradisi, dan layanan pelanggan yang unik.

Keberlanjutan Sebagai Prioritas Utama

Yoshinori Hara, dekan dan profesor di Universitas Kyoto, menjelaskan bahwa bisnis-bisnis lama di Jepang, yang sering disebut sebagai ‘shinise’ atau ‘toko tua’, menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas utama.

Mereka tidak terlalu fokus pada upaya untuk memaksimalkan keuntungan dengan cepat, tetapi lebih memikirkan bagaimana cara melanjutkan bisnis hingga generasi berikutnya. Hara mengungkapkan, “Di Jepang, pemikiran utamanya adalah bagaimana kita bisa mewariskan perusahaan kepada keturunan kita, anak-anak kita, cucu kita?”

Pendekatan ini mungkin berbeda dengan banyak bisnis di negara lain yang lebih mengedepankan keuntungan finansial segera. Di Tsuen Tea, Yusuke Tsuen, yang merupakan generasi ke-38 pemilik kedai ini, memiliki teman-teman masa kecilnya di Kyoto yang juga mewarisi bisnis keluarga yang telah berusia ratusan tahun.

Baginya, meneruskan tradisi keluarga adalah langkah yang wajar. Dia berkata, “Ini bukan bisnis yang saya mulai, saya menjalankan bisnis yang dimulai oleh nenek moyang saya. Jika saya tidak mengambil alih, warisan ini akan berakhir.”

Selain itu, kota-kota besar di Jepang telah ada selama berabad-abad, yang berarti banyak bisnis telah tumbuh bersama dengan perkembangan kota tersebut. Hal ini juga memberikan dorongan bagi perusahaan-perusahaan Jepang untuk tetap bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Kebijakan Orientasi Jangka Panjang

Menurut Innan Sasaki, asisten profesor di sekolah bisnis Universitas Warwick, orientasi jangka panjang adalah salah satu faktor kunci yang memungkinkan bisnis di Jepang bertahan selama berabad-abad. Budaya Jepang yang menghormati tradisi dan leluhur berperan besar dalam hal ini.

Jepang adalah negara kepulauan yang dalam sejarahnya memiliki interaksi terbatas dengan negara lain. Oleh karena itu, masyarakat Jepang cenderung memaksimalkan apa yang telah mereka miliki dengan mempertahankan perusahaan lokal dalam masyarakat.

Banyak perusahaan tua di Jepang adalah bisnis keluarga yang berfokus pada industri seperti perhotelan dan makanan. Mereka tidak hanya berusaha mempertahankan tradisi dan kualitas produk mereka tetap tinggi, tetapi juga memprioritaskan komunitas dan kelangsungan bisnis mereka. Bahkan perusahaan besar seperti Suzuki dan Toyota pun melibatkan pekerja pria dewasa dari luar keluarga mereka ke dalam garis keturunan perusahaan untuk memastikan kesuksesan bisnisnya tidak terputus.

Kompetensi Inti dalam Bisnis

Nintendo, meskipun dikenal sebagai perusahaan teknologi, awalnya didirikan pada tahun 1889 sebagai pembuat kartu untuk permainan Jepang, hanafuda. Meskipun berubah seiring waktu, Nintendo selalu berpegang pada apa yang disebutnya sebagai “kompetensi inti.”

Artinya, Nintendo selalu berfokus pada apa yang mereka kuasai dan memungkinkan perusahaan bertahan meskipun berbagai perubahan dalam dunia teknologi dan hiburan.

Layanan Pelanggan yang Luar Biasa

Perusahaan Nintendo didirikan di Tokyo pada 1889 sebagai pembuat kartu permainan (bbc.com)

Perusahaan Nintendo didirikan di Tokyo pada 1889 sebagai pembuat kartu permainan (bbc.com)

Di Jepang, konsep layanan pelanggan tingkat tinggi yang dikenal sebagai omotenashi sangat dijunjung tinggi. Banyak bisnis lama di Jepang, termasuk ryokan, penginapan tradisional Jepang, menjunjung tinggi nilai-nilai ini.

Mereka berusaha untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan pelanggan, tetapi juga mengantisipasi keinginan mereka. Layanan pelanggan yang baik telah menjadi bagian integral dari budaya bisnis Jepang, dan ini telah membantu perusahaan-perusahaan tersebut tetap relevan dan berkembang sepanjang waktu.

Jepang adalah rumah bagi banyak perusahaan dan bisnis yang telah bertahan selama berabad-abad. Keberlanjutan, penghormatan terhadap tradisi, dan layanan pelanggan yang luar biasa adalah faktor utama yang telah memungkinkan bisnis-bisnis ini untuk tetap relevan dalam dunia yang terus berubah.

Semua ini adalah pelajaran berharga tentang bagaimana sebuah bisnis dapat bertahan dan berkembang dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *