Sony Mengungkap Pendapatan Call of Duty di PlayStation secara Tidak Sengaja

Games413 Dilihat

Dalam beberapa bulan terakhir, seri game populer dari Activision Blizzard telah menjadi perbincangan hangat setelah rencana akuisisi Microsoft senilai US$68,7 miliar. Sony, sebagai pesaing utama, mengungkapkan keberatannya terhadap ide tersebut. Mereka khawatir bahwa kepemilikan Call of Duty oleh Microsoft akan berdampak negatif terhadap kualitas game COD di PlayStation dan bahkan berpotensi menjadi eksklusif hanya untuk Xbox.

Meskipun Microsoft telah mengumumkan komitmennya untuk tetap merilis game COD di platform lain seperti PlayStation, kekhawatiran Sony tidak berkurang. Baru-baru ini, Sony bahkan secara tidak sengaja mengungkapkan bahwa COD merupakan salah satu seri game yang paling menguntungkan bagi PlayStation.

Sony Tak Sengaja Ungkap Pendapatan Call of Duty

Pendapatan game Call of Duty di PlayStation tak sengaja dibeberkan oleh Sony

Pendapatan game Call of Duty di PlayStation tak sengaja dibeberkan oleh Sony

Melalui dokumen internal yang diungkapkan dalam persidangan antara FTC dan Microsoft, terungkap bahwa Call of Duty telah menghasilkan pendapatan hingga US$800 juta untuk PlayStation di pasar Amerika Serikat saja pada tahun 2021. Di tingkat global, seri game FPS ini berhasil meraih keuntungan sebesar US$1,5 miliar pada tahun yang sama.

Selain itu, dokumen tersebut juga mencatat bahwa para pemain COD di PlayStation telah menghabiskan rata-rata US$15,9 miliar per tahun dari 2019 hingga 2021 untuk perangkat keras, aksesori, game, langganan, dan layanan PlayStation lainnya.

Call of Duty

Call of Duty

Tidak hanya Sony yang memiliki kekhawatiran terhadap seri game populer ini. Dalam sebuah email yang dikirim oleh bos Xbox, Phil Spencer, Bethesda juga menyuarakan kekhawatiran mereka setelah Microsoft berjanji akan mempertahankan Call of Duty di PlayStation.

Bethesda Menanyakan Pendapat Microsoft Terkait Game Eksklusif

Pendapat Microsoft terkait game eksklusif

Pendapat Microsoft terkait game eksklusif

Pete Hines, Wakil Presiden Pemasaran Global Bethesda, menanyakan logika Microsoft dalam hal eksklusivitas game yang dirilis di banyak platform. Masalah ini muncul setelah Microsoft mengakuisisi Zenimax Media, perusahaan induk Bethesda, dan menarik beberapa game Bethesda dari PlayStation untuk membuatnya menjadi eksklusif hanya untuk Xbox dan PC.

BACA JUGA

Kedua perusahaan tersebut saling mempertanyakan strategi dan keputusan terkait eksklusivitas game yang memengaruhi pasar dan para pemain. Kehadiran Microsoft sebagai pemilik Call of Duty tentu memiliki implikasi yang signifikan dalam industri game dan kompetisi antara PlayStation dan Xbox.

Meski demikian, masih banyak hal yang harus ditentukan dan dinilai dalam perjalanan ini. Para penggemar dan pemain game menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai masa depan Call of Duty di PlayStation serta kebijakan eksklusivitas yang akan diambil oleh Microsoft dalam merilis game-game yang telah mereka akuisisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *